SISTEM GERAK KELAINAN PENYAKIT

0

Presentation Transcript

  • 1.Erma Rosiana,S.Pd Sistem Gerak Manusia
  • 2.Sistem Gerak Pada Manusia Kompetensi Dasar 3.4 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem gerak dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem gerak manusia. 4.4 Menyajikan karya tentang pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan sistem gerak melalui studi literatur.
  • 3.INDIKATOR Menganalisis kelainan sistem gerak serta teknologi yang berhubungan dengan kelainan sistem gerak pada manusia. Menyajikan karya berupa klipping tentang pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan sistem gerak pada manusia melalui studi literatur.
  • 4.Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi, peserta didik mampu menganalisis gangguan/kelainan sistem gerak pada manusia dalam kehidupan sehari-hari dengan benar. Melalui diskusi, peserta didik mampu menganalisis teknologi yang berhubungan dengan gangguan sistem gerak pada manusia dengan benar. Peserta didik mampu menyajikan karya berupa klipping tentang pemanfaatan teknologi dalam mengatasi gangguan tulang/ rangka melaluidiskusi dan studi literatur dengan penuh tanggung jawab.
  • 5.Mengapa Anda dapat bergerak? Organ apa saja yang berperan dalam sistem gerak pada manusia? Apa saja fungsi alat gerak pada manusia? Beranda Tulang Persendian Otot Kesimpulan Kuis Kelainan dan Gangguan pada Sistem Alat Gerak
  • 6. Kelainan dan Gangguan pada Sistem Alat Gerak Pada Otot Pada Tulang dan Persendian
  • 7.Kelainan pada Sistem Gerak Gangguan dan Penyakit Pada Sistem Gerak - Gangguan pada sistem gerak sering dialami oleh tulang, persendian, dan otot dalam melaksanakan tugasnya. Gangguan ini dapat terjadi, karena : Genetis/pengaruh hormon Infeksi kuman penyakit. Kelainan susunan tulang dan sendi. Kebiasaan sikap duduk yang salah. Kebiasaan aktivitas kerja yang berlebihan. Kurang gizi dan vitamin Kecelakaan.
  • 8.I. GANGGUAN DAN KELAINAN PADA TULANG 1. RAKITIS merupakan suatu kelainan pada tulang yang terjadi karena kekurangan zat kapur, vitamin D, dan fosfor dari darah hingga pengerasan tulang. Penyakit ini terjadi pada anak. Kelainan ini dapat terlihat dari kaki yang berbentuk huruf O dan huruf Pada tubuh manusia, vitamin D dibentuk dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D sangat dibutuhkan untuk proses pelekatan kalsium di tulang ketika proses penulangan pada masa anak-anak. Kekurangan vitamin D biasanya terjadi karena tubuh kurang mendapat sinar matahari yang cukup. Akibatnya, anak yang kekurangan vitamin D ini menderita kelainan pertumbuhan yang disebut rakhitis. Hal tersebut ditunjukkan oleh kedua kaki yang berbentuk X atau O.
  • 9.2. OSTEOPOROSIS Suatu keadaan dimana penghancuran tulang lebih cepat daripada proses pembentukan tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos. Penyebabnya yaitu karena kekurangan kalsium. Penyakit ini mudah terjadi pada orang yang lanjut usia.Osteoporosis disebabkan karena kekurangan mineral. Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Orang tua biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif, dan massa tulangpun jadi berkurang. Tulang yang kekurangan mineral menjadi rapuh dan mudah patah. Struktur tulang normal dan penderita osteoporosis
  • 10.3. PATAH TULANG (FRAKTURA) Retak atau patah tulang dapat terjadi karena benturan atau tekanan yang terlalu keras. Selain penyebab tersebut, patah tulang dapat terjadi karena kecelakaan. Dapatkah orang yang patah tulang sembuh kembali? Sebagai organ yang hidup, tulang mempunyai kemampuan membentuk jaringan baru untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Oleh karena itu, penderita patah tulang, terutama jika usianya masih muda dapat sembuh kembali. Akan tetapi jika persambungan tulang yang patah tersebut tidak baik maka bentuknya menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat. Oleh karena itu, berhati-hatilah jangan sampai ada tulang tubuhmu yang patah.
  • 11. 4.LORDOSIS Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis bisa disebabkan karena perut penderita yang terlalu besar (misalnya karena hamil atau kegemukan), riketsia, atau karena kebiasaan yang salah.
  • 12.5. KIFOSIS Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang. Penderita kifosis tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis bisa disebabkan karena, penyakit (misalnya TBC dan riketsia) atau kebiasaan duduk yang salah.
  • 13.6. SKOLIOSIS Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skoliosis bisa disebabkan oleh polio atau kebiasaan duduk atau berposisi yang salah.
  • 14. Keadaan tulang menjadi rapuh dan keropos) disebabkan oleh defisiensi kalsium. Umumnya, terjadi pada orang tua dan perempuan yang sedang hamil. Osteoporosis Merupakan kelainan yang terjadi pada tulang orang dewasa yang disebabkan oleh defisiensi (kekurangan) vitamin D. Osteomalasia Gangguan pada Tulang dan Persendian
  • 15. Fraktura adalah patahnya tulang akibat benturan atau pukulan yang keras. Fisura adalah keretakan pada tulang akibat benturan yang keras. Fraktura dan Fisura
  • 16.II. KELAINAN PADA OTOT Otot merupakan komponen utama dalam sistem gerak. Otot berperan dalam gerakan sebagai alat gerak aktif. Jika otot mengalami gangguan, maka sistem gerak juga menjadi terhambat. Kelainan otot pada manusia dapat diakibatkan adanya gerak dan kerja otot. Hal Ini dapat terjadi akibat gangguan faktor luar maupun faktor dalam. Faktor luar dapat diakibatkan kanrena kecelakaan dan serangan penyakit, sedangka faktor dalam bisa terjadi karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah dilatih. Otot merupakan komponen utama dalam sistem gerak. Sebagian besar gerak berasaldari aksi otot. Dengan demikian, adanya kelainan atau penyakit pada sistem ototakan berakibat pada mekanisme gerak. berikut ini beberapa macam kelainan pada otot :
  • 17. A. ATROFI Atrofi merupakan penurunan fungsi otot dalam berkontraksi sehingga ukuran ototmenjadi menyusut (kecil). Atrofi dapat di sebabkan oleh penyakit poliom yelitis. Penyakitini dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf yang mengkoordinir kerja otot. Gangguanatrofi dapat di perkecil antara lain dengan terapi kejutan listrik dan teknik pijatan B. HIPERTROPI Hipertropi merupakan kebalikan dari atrofi, hipertrofi menyebabkan otot berkembang menjadi lebih besar dan kuat di bandingkan dengan sebelumnya. Hipertrofi disebabkan oleh aktivitas otot yang berlebihan. Misalnya, akibat latihan olahraga dan bekerja berat.
  • 18.C. KRAM Kram atau kejang otot merupakan suatu keadaan yang menyebabkan otot tidak mampu lagi berkontraksi dan dapat menimbulkan rasa sakit bila di paksa berkontraksi. Kram terjadi akibat kontraksi yang berlangsung secara terus menerus.
  • 19.D. TETANUS Tetanus adalah keadaan otot yang kejang karena terus-menerus menerima rangsang. Kelainan pada sistem gerak seperti tetanus ini disebabkan oleh Clostridium tetani, bakteri yang menghasilkan zat serupa asetilkolin sehingga otot terus terangsang untuk berkontraksi.
  • 20.E. KAKU LEHER (STIFF) Stiff atau kaku leher, yaitu otot leher yang mengalami peradangan akibat gerakan atau hentakan yang salah sehingga leher terasa kaku. kaku leher terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan otot Trapesius meradang.
  • 21.Gangguan pada tulang dan Otot 1) Retak tulang (fisura), merupakan retaknya tulang pipa, disebabkan karena kecelakaan 2) Patah tulang (faktura), disebabkan karena kecelakaan. 3) Polio, merupakan penyakit dimana keadaan tulang menjadi lumpuh layuh karena infeksi virus polio 4) Sipilis, merupakan penyakit dimana keadaan tulang menjadi lumpuh layuh karena infeksi bakteri Treponema pallidum 5) Layuh sendi, merupakan keadaan tulang yang tidak berdaya karena kerusakan pada discus epifise.
  • 22.6) Kelainan pada tulang belakang • Skilosis • Kiforis • Lordosis • Subluksasi, merupakan gangguan yang terjadi pada daerah vertebra leher
  • 23.Teknologi yang Berhubungan dengan Gangguan pada Sistem Gerak Manusia a) Penyembuhan Patah tulang • Pemasangan gips Pembidaian • Pembedahan internal • Penarikan b) Penyembuhan kanker/tumor tulang • Kemoterapi • Radioterapi • Operasi
  • 24.Terima Kasih “Ilmu tanpa agama, buta. Agama tanpa ilmu, timpang.” - Albert Einstein-